Jakarta - CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengatakan dirinya sejak lama sudah memperingatkan risiko besar jika konflik dengan Iran makin memanas, terutama jika fasilitas energi Iran menjadi target serangan. Hal ini diungkapkannya dalam wawancara eksklusif kepada Reuters, dikutip Minggu (20/3/2026).

"Saya selalu memperingatkan, berbicara kepada para eksekutif dari sektor minyak dan gas yang bermitra dengan kami, berbicara kepada Menteri Energi AS, untuk memperingatkan beliau tentang konsekuensi tersebut dan bahwa hal itu dapat merugikan kami,"katanya.

Pernyataan ini muncul setelah serangan rudal Iran menghantam kompleks LNG Ras Laffan di Qatar, yang merupakan fasilitas gas alam cair terbesar di dunia. Serangan itu merusak infrastruktur penting dan mengganggu pasokan energi global.